<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185</id><updated>2011-04-22T08:29:59.646+08:00</updated><category term='curhat'/><category term='puisi'/><category term='artikel'/><category term='Budaya Banjar'/><title type='text'>My Future</title><subtitle type='html'>Bangkitkan kembali hidupmu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-5001151981269672617</id><published>2009-05-11T12:25:00.002+08:00</published><updated>2009-05-11T13:19:56.552+08:00</updated><title type='text'>Sepak Bola VS Rusuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia sepak bola di negeri kita memang sangat memprihatinkan. bagaimana tidak? selama ini kita dihadirkan oleh pertandingan-pertandingan yang tidak atraktif. kerusuhan sepertinya sudah mengakar begitu kuat dalam kancah persepak-bolaan Indonesia. Baru-baru ini kerusuhan sepak bola terjadi di Jawa Timur, pertandingan antara Persebaya Surabaya dan persibo Bojonegoro rusuh, kemudian di Sulawesi pertandingan antara Persigo Gorontalo dan Persibom Boloang Mongondow juga rusuh.  Emosi pemain, emosi official dan emosi para supporter fanatik terhadap klubnya kerap kali menghadirkan suguhan dan tontonan yang kadang sama sekali tidak manusiawi. Wasit acap kali terkena batunya,dikeroyok oleh pemain bahkan juga dikeroyok oleh penonton yang masuk kelapangan hingga babak belur. Permainan keras dan keberpihakan yang dilakukan oleh wasit terhadap salah satu klub sering dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan dan kerusuhan. Padahal wasit itu juga manusia, dan permainan sepak bola adalah permainan manusia yang tentunya pasti memiliki kekurangan dalam setiap pertandingannya. Adalah sesuatu yang wajar, apabila terjadi kesalahan yang dilakukan oleh wasit dalam setiap pertandingan. Rusuh antar supporter, perkelahian antar pemain dan wasit seolah-olah sudah menjadi hal yang biasa. Apakah masyarakat di negeri ini sudah tidak memiliki rasa kemanusiaan, rasa empati, dan simpati?.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sangat ironis apabila kita melihat perjalanan sepak bola Indonesia, prestasi yang diharapkan tidak kunjung datang, dan yang terjadi malah aksi-aksi anarkis dalam pertandingan bola. Apa yang salah dalam sepak bola kita?. PSSI sebagai induk dari persepak bolaan tanah air seharusnya menjadi sorotan yang serius, ini terkait dengan keputusan-keputusan yang kadang kontrofersial, contohnya hukuman yang dijatuhkan terhadap klub atau pemain yang melakukan kesalahan terkadang dicabut dengan alasan berbagai pertimbangan. Bagaimana pemain akan jera, kalau hukuman yang dijatuhkan sama sekali tidak menimbulkan efek jera. Coba kita bandingkan dengan Inggris, seorang Didier Drogba, pemain Chealse terancam terkena sanksi karena mengeluarkan kata-kata yang menghina wasit. Setidaknya itu menjadi bahan referensi agar induk sepak bola di Indonesia juga melakukan hal yang sama, ketika seorang wasit menjadi incaran pemain untuk melampiaskan emosinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia menginginkan suguhan dan tontonan yang menarik dalam setiap pertandingan. Dan itu adalah hal yang mungkin bisa terwujud apabila setiap perangkat pertandingan, pemain, dan supporter bisa menjaga dan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan oran lain. Membayangkan keindahan permainan sepak bola di Indonesia adalah harapan setiap masyarakat pecinta sepak bola dinegeri ini. Jadi tunjukan prestasi dan hindari kerusuhan adalah harga mati yang harus diwujudkan demi kemajuan sepak bola Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-5001151981269672617?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/5001151981269672617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/05/sepak-bola-vs-rusuh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/5001151981269672617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/5001151981269672617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/05/sepak-bola-vs-rusuh.html' title='Sepak Bola VS Rusuh'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-4272643317769632372</id><published>2009-02-28T10:20:00.006+08:00</published><updated>2009-03-10T12:24:46.859+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Fenomena Ponari, Potret Kemiskinan Rakyat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SbXq9tjME8I/AAAAAAAAACo/QnvZIKWG174/s1600-h/ponari.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SbXq9tjME8I/AAAAAAAAACo/QnvZIKWG174/s200/ponari.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311409681473475522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rakyat indonesia saat ini memang sedang sakit, sakit mental, sakit pikiran, sakit akidah, sakit moral dan sakit beneran. Memang tidak semuanya sih, hanya sebagian besar saja dari jutaan rakyat di negeri ini. Tapi itu sudah cukup untuk mewakili statement bahwa rakyat benar-benar sedang sakit. Bagaimana tidak?, coba kita lihat fenomena ponari yang baru-baru ini begitu menggemparkan, hanya dengan sebuah batu yang konon pernah disambar petir dan dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, ribuan orang berbondong-bondong datang ke rumah ponari untuk berobat dan berharap akan kesembuhan  penyakitnya. Hal yang sunnguh jauh berada diluar nalar dan akal sehat manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Fenomena dukun cilik ponari merupakan potret betapa buruknya perekonomian bangsa ini, sebuah potret yang menggambarkan kemiskinan rakyat indonesia. Kemiskinan yang akhirnya bisa membawa masyarakat berbuat dan bertindak dalam hal-hal yang berada diluar batas nalar. Apa yang dilakukan oleh ponari dengan batu ajaibnya oleh masyarakat dianggap sebagai solusi terbaik untuk mengatasi masalah penyakit yang dialami, karena rumah sakit yang ada tidak bisa memberi pelayanan yang baik terhadap masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Biaya berobat yang mahal, memang menjadi momok bagi masyarakat kita, tidak ada uang  berarti tidak ada pengobatan, hal yang akhirnya membuat masyarakat berpaling pada sesuatu yang mustahil. Dengan cuma mengeluarkan uang Rp.5000 meski harus antre berhari-hari, mereka berharap kejaiban akan datang dan nasib baik berpihak pada mereka. keberuntungan yang mungkin bisa membuat penyakitnya sembuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Masyarakat indonesia terutama yang ada di Jawa memang masih begitu kental dengan aroma mistik, apalagi  yang tinggal di daerah pedalaman. Sehingga banyak yang menganggap hal itu wajar dan biasa-biasa saja, meski mereka juga sadar bahwa saat ini mereka telah berada di abad 21 yang berarti abad denga berbagai macam tekhnologi modern.Tapi itulah kenyatan yang terjadi, irrasional mengalahkan rasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Menurut saya fenomena dukun cilik pionari merupakan pelarian dari masyarakat yang sejak lama tidak kunjung mendapatkan pelayanan yang baik untuk mendapatkan pengobatan. Inilah yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah agar masyarakat bisa mrndapatkan haknya sebagai warga negara.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-4272643317769632372?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/4272643317769632372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/02/rakyat-indonesia-saat-ini-memang-sedang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/4272643317769632372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/4272643317769632372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/02/rakyat-indonesia-saat-ini-memang-sedang.html' title='Fenomena Ponari, Potret Kemiskinan Rakyat'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SbXq9tjME8I/AAAAAAAAACo/QnvZIKWG174/s72-c/ponari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-692529585779369972</id><published>2009-02-25T14:06:00.004+08:00</published><updated>2009-02-25T14:38:10.256+08:00</updated><title type='text'>Trotoar Penyambung Hidup</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SaTiyXZzoPI/AAAAAAAAACQ/Az7y3Z1moI8/s1600-h/pkl_dewiSartika2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SaTiyXZzoPI/AAAAAAAAACQ/Az7y3Z1moI8/s200/pkl_dewiSartika2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306615615852880114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trotoar maerupakan bagian sisi jalan yang lebih tinggi, dimana diperuntukkan bagi para pejalan kaki. Keberadaan trotoar dikota-kota besar sangat penting untuk kenyuamanan para pejalan kaki, tetapi sayang, fungsi trotoar kini semakin tidak jelas, banyak yang menyalahgunakan fungsi trotoar demi kepentingan sebagian orang. Dikota-kota besar di Indonesia keberadaan trotoar selalu menjadi masalah utama, bagaimana tidak ?, sering kita lihat di telivisi atau membaca berita dikoran-koran, sejumlah petugas satpol pp bersitegang dengan pedagang kaki lima, beradu mulut, atau bahkan sampai terjadi bentrok fisik antara kedua belah pihak. Hal itu dikarenakan para petugas membongkar paksa lapak-lapak milik PKL yang berada disepanjang trotoar. Tindakam yang dilakukan oleh petugas tersebut memang benar, sebab trotoar bukan berfungsi sebagai tempat berjualan, keberadaan para pedagang kaki lima itu pun otomatis mengganggu pejalan kaki dan juga merusak keindahan tata kota.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Tetapi bagi para pedagang, trotoar adalah tempat menyambung hidup dari hari ke hari, trotoar adalah tempat untuk mencari nafkah buat keluarga mereka. Nah jika kita memandang dari satu sisi saja maka pasti kedua belah pihak masing-masing merasa benar sendiri. Satpol pp benar karena trotoar itu memang untuk pejalan kaki, para PKL juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan, ingat hak asasi manusia yang paling asasi adalah hak untuk hidup, para pedagang kaki lima itu bekerja untuk kelangsungan hidup mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Trotoar memang menjadi sesuatu yang menarik untuk diperbincangkan terkait kebiasaan dari sebagian masyarakat kita yang menggunakan trotoar sebagai wujud aktifitas kerja mereka. Kebiasaan yang mungkin sangat susah untuk dihilangkan karena trotoar bagi sebagian orang adalah penyambung hidup mereka. Bagi Negara berkembang seperti Indonesia mungkin hal itu wajar-wajar saja, sebab kemiskinan, pengangguran, dan kurangnya lapangan pekerjaan menyebabkan masyarakat ingin menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, ya salah satu contohnya dengan menjadi pedagang kaki lima.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Merubah kebiasaan itu sangat susah dilakukan, apalagi bila kebiasaan itu sudah mengakar begitu kuat. Penggusuran ataupun pembongkaran paksa lapak-lapak PKL bukan lah solusi yang baik dan tepat. Coba kita lihat dan cermati, meski lapak-lapak itu dibongkar, esoknya pasti muncul lagi, begitu seterusnya dan seterusnya, seolah-olah masalah ini tidak ada habis-habisnya. Mungkin masalah ini akan teratasi jika Negara kita sudah maju, perekonomian maju, dan pola pikir masyarakat yang maju pula yang artinya Negara kita memiliki masyarakat yang terdidik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Fenomena trotoar di Indonesia seharusnya bukan hanya menjadi wacana, tetapi setidaknya ada langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi dengan tidak merugikan berbagai pihak tentunya. So, bagaimana menurut anda ?, sebagai pejalan kaki apakah anda merasa terampas haknya karena keberadaan PKL di trotoar ?, atau anda bersikap biasa-biasa saja dan menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar, sebab munculnya para pedagang kaki lima yang mangkal di trotoar merupakan konsekwensi logis dari lahirnya sebuah kota, dimana sebagian besar masyarakat kita beranggapan bahwa kota adalah tempat terbaik untuk mencari nafkah dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-692529585779369972?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/692529585779369972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/02/trotoar-maerupakan-bagian-sisi-jalan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/692529585779369972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/692529585779369972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/02/trotoar-maerupakan-bagian-sisi-jalan.html' title='Trotoar Penyambung Hidup'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SaTiyXZzoPI/AAAAAAAAACQ/Az7y3Z1moI8/s72-c/pkl_dewiSartika2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-5409063207728881765</id><published>2009-02-02T13:34:00.002+08:00</published><updated>2009-02-02T13:39:33.819+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Mengenal Dunia Maritim Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia merupakan negara kepulauan, antara pulau yang satu dengan pulau yang lainnya dipisahkan oleh laut, tapi dalam hal ini laut bukan menjadi penghalang bagi tiap suku bangsa di Indonesia untuk saling berhubungan dengan suku-suku di pulau lainnya. Sejak zaman bahari, pelayaran dan perdagangan antar pulau telah berkembang dengan menggunakan berbagai macam tipe perahu tradisional, nenek moyang kita menjadi pelaut-pelaut handal yang menjelajahi untuk mengadakan kontak dan interaksi dengan pihak luar. Bahkan, yang lebih mengejutkan lagi, pelayaran yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia (Nusantara) pada zaman bahari telah sampai ke Mandagaskar. Bukti dari berita itu sendiri adalah berdasarkan penelitian yang dilakukan yaitu tipe jukung yang sama yang digunakan oleh orang-orang Kalimantan untuk berlayar “Fantastis”. Apa yang terjadi dalam dunia maritim Indonesia pada zaman bahari telah menjadi Trade Mark bahwa Indonesia merupakan negara maritim. Tetapi apakah benar sekarang ini Indonesia merupakan negara maritim? Negara yang mempunyai banyak pulau, luasnya laut, belum menjadi modal utama bahwa negara tersebut adalah negara maritim. Namun, seberapa besar penduduk suatu negara itu berorientasi ke laut, itulah yang menjadi acuan bahwa negara itu adalah negara maritim. Bagaimana dengan Indonesia? Mengutip pernyataan salah seorang sejarawan kal-sel yaitu bapak Bambang subiyakto dalam tulisannya yang berjudul”Pelayaran, pelabuhan dan perdagangan Banjarmasin 1857-1957” bahwa Indonesia adalah “Negara kepulauan”, Indonesia adalah “Nusantara”, Indonesia adalah “Negara Maritim” dan Indonesia adalah “Bangsa Bahari”,”Berjiwa Bahari” serta “Nenek Moyangku Orang Pelaut” hanya merupakan slogan kata, sloganistis. Suatu hal yang hanya diucapkan belaka oleh manusia Indonesia sejak “Balita” sampai “Manula”. Sebuah pernyataan yang relevan dan sesuai untuk menggambarkan citra dunia maritim Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;Indoneisa menyandang predikat “Negara Maritim” dan juga “Negara Agraris”. Predikat itu telah ada sejak zaman kerajaan, dimana kerajaan-kerajaan tersebut masing-masing berorientasi ke laut dan juga berorientasi ke pedalaman, dalam hal ini pertanian. Kita bisa bangga, bagaimana kerajan Sriwijaya dan kerajan majapahit menjadi kekuatan yang begitu besar dan mempunyai pengaruh yang sangat kuat di Asia Tenggara, itu semua dikarenakan mereka membangun kekuatan dengan mengembangkan kemaritiman untuk kejayaan negara, meski setelah Sriwijaya dan Majapahit runtuh dikarenakan pergolakan politik dalam negeri dan juga mulai meluasnya pengaruh Islam pada zaman Majapahit. Namun, potensi kemaritiman terus berkembang. Berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di pesisir pantai seperti Demak, Banten, Aceh, dan lain-lain. Menjadi bukti bahwa kerajaan-kerajaan tersebut terus mengembangkan potensi laut untuk kejayaan negaranya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Laut dijadikan ladang mata pencaharian, laut juga dijadikan sebagai tempat menggalang kekuatan, mempunyai armada laut yang kuat berarti bisa mempertahankan kerajaan dari serangan luar. Memang, laut dalam hal ini menjadi suatu yang sangat penting sejak zaman dahulu sampai zaman sekarang. Mengoptimalkan potensi laut menjadi harga mati yang harus segera di realisasikan oleh pemerintah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Berkaca dari masa lalu, melihat bagaimana kejayaan masa lampau diperoleh karena mengoptimalkan potensi laut sebagai sarana dalam suksesnya perekonomian dan ketahanan politik suatu negara, maka menjadi suatu hal yang wajar bila sekarang ini Indonesia harus lebih mengembangkan laut demi tercapianya tujuan nasional. Indonesia menyandang predikat “Negara Maritim” atau negara kepulauan, predikat ini mustahil ditinggalkan, lain halnya dengan predikat “Negara Agraris” yang suatu saat bisa berganti dengan industri. Konsekwensi sifat maritim itu sendiri lebih mengarah pada terwujudnya aktifitas pelayaran di wilayah Indonesia. Dalam kalimat ini bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan dalam membangun perekonomian akan senantiasa dilandasi oleh aktivitas pelayaran. Pentingnya pelayaran bagi Indonesia tentunya disebabkan oleh keadaan geografisnya, posisi Indonesia yang strategis berada dalam jalur persilangan dunia, membuat Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengembangkan laut. Laut akan memberikan manfaat yang sangat vital bagi pertumbuham dan perkembangan perekonomian Indonesia atau perdaganagan pada khususnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dunia maritim Indonesia telah mengalami kemunduran yang cukup signifikan, kalau pada zaman dahulu mencapai kejayan baik dalam bidang politik maupun ekonomi, sekarang ini tidak tampak sedikit pun kemajuan yang dapat dilihat. Ironis memang, Indonesia yang mempunyai potensi laut sangat besar di dunia kurang begitu memperhatikan sektor ini. Padahal, laut menjadi salah satu faktor dalam mempertahankan eksestensi wilayah suatu negara “Bahkan barang siapa yang menguasai laut, ia akan menguasai dunia”, demikian dalil yang dikemukakan oleh Mahan, wajar saja kalau Mahan mengeluarkan pernyataan tersebut, dalam karyanya yang berjudul “The Influence of Sea Power Upon History” (1660-1783), yang terbit untuk pertama kalinya pada tahun 1890 dan telah mengalami cetakan ulang beberapa kali, Alfred Thayer Mahan menggambarkan proses pertumbuhan Inggris yang pada abad ke-19 telah menjadi adidaya laut yang menguasai dunia pada waktu itu. Angkatan lautnya disegani dunia, sedangkan armada niaganya menjelajahi seluruh samudera, bangsa yang menguasai daratan betapa pun besar dan kuatnya angkatan daratnya, tidak akan mampu menguasai dunia. Di daratan banyak rintangan berupa gunung, jurang dan sebagainya, sedangkan laut merupakan lapangan yang luas, bebas dan terbuka. Buku Mahan in ternyata berpengaruh sekali terhadap kekuatan-kekuatan dunia pada waktu itu, Inggris semakin meningkatkan kemampuan maritim. Pada akhir abad XIX, Amerika serikat di bawah Theodore Rosevolt, Jerman di bawah kaisar Wilhem II dan Jepang dibawah pemerintahan Meiji mulai membangun kekuatan laut yang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Studi Mahan telah membuktikan bahwa bukan jumlah penduduk semata-mata yang membuat suatu bangsa berjaya, melainkan jumlah pendududk yang berorientasikan ke laut dan yang ditopang oleh pemerintah yang memperhatikan dunia Baharinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Harus di akui bahwa orientasi ke dunia bahari sudah dimulai sejak kita menerima wawasan Nusantara sebagai dasar pemikiran negara, namun dikalangan banyak pengambil keputusan, wawasan ini masih berupa slogan. Wawasan nusantara setiap jengkal wilayah sama penting, akan tetapi masih banyak pulau belum disentuh, malahan belum ada namanya. Hanya jika sebuah pulau disengketakan oleh negara lain, baru ada upaya untuk memperhatikannya. Sepeti kasus pulau Sipadan dan Ligitan juga kepulauan Ambalat yang berbuntut pada sengketa panas antara Indonesia dengan Malaysia. Agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali, hendaknya pemerintah Indonesisa mengambil langkah-langkah untuk segera mengamankan pualu-pulau terluar di Indonesia agar tidak di caplok oleh negara tetangga. Mungkin negara-negara tetangga seperti Malaysia menganggap remeh kekuatan laut kita hingga ia begitu berani keluar masuk perairan Indonesia. Untuk itu sudah saatnya lah kita bangkit, mari bersama-sama membangun kembali dunia maritim Indonesia,menhargai laut dan menjaga eksistensi. Sekarang laut bukan hanya sebagai sumber protein dan tempat pelaut mengadakan hubungan antar pulau. Pertambangan laut dan pemanfaatanya sebagai sumber energi makin banyak dikembangkan, begitu pula usaha wisata bahari. Dengan kata lain, kompleksitas dunia bahari makin berekembang sehingga perlu antisipasi untuk merencanakan masa depan bangsa negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-5409063207728881765?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/5409063207728881765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/02/mengenal-dunia-maritim-indonesia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/5409063207728881765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/5409063207728881765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/02/mengenal-dunia-maritim-indonesia.html' title='Mengenal Dunia Maritim Indonesia'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-4999299302966400730</id><published>2009-01-21T10:57:00.008+08:00</published><updated>2009-01-21T11:13:14.935+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Senyum Ibu Pertiwi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Senyum negeriku&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Senyum tanah airku&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Senyum yang selalu ku rindu&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sejak lahir dari perutmu&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Senyum damaimu&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tak kulihat lagi hingga kini&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Dimana kau simpan senyum itu ?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kenapa engkau malah meratap&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kau Menangis tersedu begitu pilu&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aku hanya ingin senyum itu ibu&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Senyum pada anak negerimu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-4999299302966400730?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/4999299302966400730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/senyum-ibu-pertiwi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/4999299302966400730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/4999299302966400730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/senyum-ibu-pertiwi.html' title='Senyum Ibu Pertiwi'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-6356596097605712225</id><published>2009-01-20T15:25:00.004+08:00</published><updated>2009-01-21T10:30:11.323+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Mahasiswa UNLAM yang teraniaya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adzan subuh mulai bergema, mata ini serasa berat untuk dibuka, tubuhku sepertinya ga mau diajak bangun dari tempat tidur. Aaah, ini gara-gara begadang tadi malam, imbas dari nonton bola antara Indonesia vs oman, jam satu baru bisa tidur. Teman satu rumahku, sesama mahasiswa unlam membangunkanku untuk segara bangun, kulihat weker, waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi, dengan agak sedikit malas aku pun beranjak bangun dari tempat tidur. Terus terang baru kali ini aku bangun sepagi ini, biasanya sih jam enam baru bangun he he. Yach hari ini aku dan teman-teman punya planning, kami harus berjibaku untuk mengantre giliran berfoto di aula rektorat unlam untuk mendapatkan kartu mahasiswa dan kartu rencana studi. Beda dengan tahun-tahun yang lalu, sekarang untuk mendapatkan KTM dan KRS, mahasiswa unlam harus berfoto langsung, persis seperti pembuatan SIM di kepolisian, tapi karena kurang sosialisasi dan peralatan yang terbatas, proses pembuatannya jadi lamban. Huuh bisa dibayangkan setiap harinya aula rektorat penuh sesak oleh ribuan mahasiswa yang mengantre. pukul 06.00 tepat aku pun berangkat menuju kampus, hari masih gelap, aku memacu sepeda motorku dengan kecepatan sedang, aku menebak kalau direktorat pasti masih sedikit mahasiswa yang mengantri, tapi apa yang kutebak ternyata meleset, didalam aula sudah banyak mahasiswa, sebagian kursi yang disediakan sudah terisi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Aku segera mengambil posisi duduk, tidak lupa mengaplingkan tempat buat temanku opik dan erin, alhamdulillah, aku bersyukur karena merasa sudah punya posisi aman untuk mendapatkan kartu antrean. Tidak lama kemudian datang erin, disusul oleh opik, setelah mereka duduk kami pun ngbrol kesana kemari, membahas masalah registrasi yang prosesnya lambat dan memakan banyak waktu, sesekali mengecam para petinggi rektorat yang mengeluarkan kebijakan tapi sangat merugikan mahasiswa, kita ini mahasiswa yang teraniaya kata ku dengan sedikit kesal. Hawa panas pun mulai sangat terasa, padahal waktu masih menunjukkan pukul 06.30, hal ini dikarenakan aula sudah penuh sesak, para mahasiswa berjubel tidak karuan, ditengah, di pinggir, dimuka dan dibelakang semuanya ingin mendapatkan kartu antrean. pukul 08.00, pegawai rektorat yang berjumlah sekitar enam orang mulai mempersiapkan peralatan. Satu orang pegawai ibu-ibu nampak mengambil mikropon, dengan suaranya yang khas ibu itu mulai bicara," hari ini kita menyelesaikan untuk antrean yang telah dibagi tadi malam" katanya dengan logat khas banjar yang kental. huuuuuuuu, suara riuh pun terdengar tanda kecewa para mahasiswa, ibu itu nampak marah karena disoraki. Akhirnya kami pun harus bersabar menunggu pembagian kartu antrean, entah jam berapa kami akan mendapatkannya. Kami mengira kartu antrean itu cuma 300 lembar, eh ternyata jumlahnya mencapai 500 lembar, rasa sakit hati aku mendengarnya. Hawa panas semakin menyengat, perutku yang tidak diisi sama sekali terasa perih, lengkap dah penderitaan gumamku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kulihati wajah temanku, wajahnya nampak kuyu, kulihati dua orang yang duduk dimuka ku, mereka malah asyik bermesraan, jadi ngiri hati ini he he. sesekali terdengar ibu-ibu pegawai rektorat yang menegur mahasiswa yang menggerombol dimuka untuk pindah kebelakang. Tapi perintah itu seperti dianggap angin lalu oleh para mahasiswa, mereka tetap saja berdiri dimuka, huh kesel juga melihat yang seperti itu, sepertinya mahasiswa-mahasiswa di unlam sedikit sekali yang mempunyai pemahaman tentang pentingnya antre, dalam artian budaya antre masih menjadi sesuatu nyang langka. Akhirnya setelah menunggu cukup lama, yaitu sekitar tujuh jam, kartu antrean pun dibagi, beruntung yang duduk dikursi karena hanya yang duduk dikursi saja yang diberi, meski ada saja yang berlaku curang, mereka yang berdiri ada juga yang dapat, bengan tipu muslihat tentunya. Aku sendiri mendapat kartu antrean nomor 91, erin 97 dan opik 89. Aaah lega rasanya, serasa hilang penat gara-gara duduk lama dikursi. Penantian yang cukup lama akhirnya selesai juga pada pukul 14.30, aku, erin, dan opik keluar dari aula rektorat dengan perasan senang bukan main. Kami langsug pergi ke kantin untuk mengisi perut yang sejak dari tadi pagi kosong.  Itulah tadi sepenggal kisah dari seorang mahasiswa yang teraniaya he he, buat mahasiswa unlam yang masih teraniaya lainnya, bersabar aja ya he he..  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-6356596097605712225?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/6356596097605712225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/mahasiswa-unlam-yang-teraniaya.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/6356596097605712225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/6356596097605712225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/mahasiswa-unlam-yang-teraniaya.html' title='Mahasiswa UNLAM yang teraniaya'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-3807170474622290306</id><published>2009-01-15T10:50:00.003+08:00</published><updated>2009-01-15T11:00:56.771+08:00</updated><title type='text'>Wanita dan Pembangunan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wanita merupakan bagian integral dari mayarakat. Tidak ada emansipasi wanita sejati tanpa adanya emansipasi masyarakat itu sendiri, begitu pula sebaliknya. Wanita adalah sosok yang mempunyai peran sangat penting, baik itu dalam ruang lingkup kehidupan yang terkecil yaitu keluarga, maupun dalam kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara. Di Indonesia wanita begitu disanjung dan diagungkan sedemikian rupa sehingga mempunyai kebanggaan tersendiri. Meski dalam fakta dan realita yang terjadi sangat bertolak belakang dengan apa yang telah di ungkapkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan sejarah bangsa ini, banyak sekali tokoh-tokoh wanita yang mempunyai peran besar dalam pembangunan. Pada masa kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia tentu kita mengenal siapa itu Pramudiawardhani ataupun Tribhuana Tungga Dewi, mereka adalah sosok wanita yang mempunyai kedudukan tertinggi dalam pemerintahan dengan menjadi seorang Ratu yang memimpin kerajaan. Kemudian pada masa negeri ini dijajah oleh pemerintahan kolonial Belanda, muncul tokoh-tokoh wanita yang menjadi inspirator untuk berjuang melawan penjajahan seperti Tjut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu dan lain-lain. Bahkan pada masa itu pula lahir seorang tokoh besar bagi negeri ini, dia adalah Kartini, seorang wanita yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kaumnya. Bukunya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang menjadi inspirasi bagi setiap wanita untuk menjadi seseorang yang memiliki integritas, memaksimalkan kemampuannya dan menjadi wanita yang tidak selalu diremehkan keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Memang wanita Indonesia saat ini semakin maju, makin banyak wanita yang menduduki posisi penting dan masuk dalam bidang-bidang yang secara tradisi selalu menjadi milik kaum laki-laki. Bahkan, Negara ini pernah dipimpin oleh Megawati Soekarno Putri, seorang presiden wanita Indonesia pertama. Tetapi ternyata hal itu belum cukup untuk memperjuangkan aspirasi dan hak-hak wanita Indonesia. Masih banyak sekali kaum wanita yang menjadi korban-korban penindasan dan eksploitasi berlebihan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Wanita-wanita Indonesia saat ini dihadapkan pada tekanan-tekanan hidup yang membuat wanita itu ikut menanggung beban keluarga. Banyak sekali para wanita yang ikut bekerja membantu suami untuk menghidupi keluarga dengan seluruh kemampuannya. Disinilah beratnya tekanan yang dihadapi oleh wanita, selain harus berperan dalam keluarga sebagai peñata rumah tangga, wanita juga harus menghadapi kenyataan untuk mencari nafkah bagi keluarga. Belum lagi bila ada kejadian-kejadian yang menimpa para wanita, seperti kekerasan dalam rumah tangga, atau pun kekerasan yang dialami saat ia bekerja. Kondisi ini tentu memprihatinkan. Kita masih ingat bagaimana para tenaga kerja wanita Indonesia yang bekerja diluar negeri begitu dilecehkan, ada yang diperkosa majikannya sendiri, kemudian disiksa dan berbagai bentuk pelecehan lainnya. Bahkan yang sangat menyedihkan adalah perdagangan manusia dimana sebagian besar obyeknya adalah para wanita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Ironis, apa yang terjadi pada kaum wanita telah menodai segala pengagungan terhadap wanita itu sendiri, yang pada akhirnya kata-kata indah sanjungan terhadap wanita hanyalah suatu pengagungan terhadap system, bukan pada wanita itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-3807170474622290306?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/3807170474622290306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/wanita-dan-pembangunan_15.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/3807170474622290306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/3807170474622290306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/wanita-dan-pembangunan_15.html' title='Wanita dan Pembangunan'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-6523200020514770385</id><published>2009-01-10T11:06:00.002+08:00</published><updated>2009-01-10T11:18:42.467+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>SOLUSI KEPENDUDUKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai jumlah penduduk sangat besar. Kepadatan penduduk di wilayah Negara Indonesia tidaklah sama. Jawa merupakan daerah yang jumlah penduduknya paling besar dibandingkan dengan daerah lain, padahal Jawa adalah sebuah pulau yang kecil, tetapi pertumbuhan penduduknya sangat cepat. Hal ini menimbulkan permasalahan tersendiri karena tanah yang ada di Jawa tidak mencukupi lagi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sebagian besar penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas daratan wilayah Indonesia 1.904.345 km persegi yang terdiri dari beribu-ribu pulau besalah satr dan kecil. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus tahun 1972 mencapai seratus dua puluh juta orang. Pada tahun 1975 diperkirakan penduduk Indonesia mencapai seratus tiga puluh juta penduduk. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya 7% dari luas Indonesia berpenduduk 76 juta jiwa atau 64% dari penduduk Indonesia, sedangkan pulau-pulau lainnya, seperti Kalimantan misanya yang luas 28% penduduknya hanya berjumlah 4.80.000 jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" id="fullpost" &gt;Untuk mencapai pemerataan dan keseimbangan dalam penyebaran penduduk maka salah satu jalan dalam mengatasi masalah kependudukan ialah dengan mengadakan transmigrasi. Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dalam wilayah Indonesia umumnya orang-orang yang mengikuti program transmigrasi berasal dari Jawa, Madura, dan Bali, mereka biasanya ditempatkan di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, dan Nusantara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" id="fullpost" &gt;Pulau Kalimantan yang merupakan salah satu pulau besar di Indonesia dan memilki jumlah penduduk yang relatif sedikit menjadi salah satu tempat tujuan transmigrasi. Wilayah ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengembangkan pertanian, dengan lahan yang masih luas dan tanah yang subur terbuka peluang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik bagi para transmigran. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" id="fullpost" &gt;Pemerataan penduduk melalui transmigrasi dianggap penting mengingat kekayaan alam yang merupakan modal pokok dalam pembangunan nasional, yang masih terpendam dalam bumi Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Pembangunan di bidang transmigrasi sangat erat hubungannya dengan pembangunan daerah, baik di daerah asal maupun daerah penerima. Dari berbagai studi telah didapatkan keterangan tentang keadaan para transmigran umum ketika di daerah asal. Transmigrasi umum di Kalimantan Selatan misalnya, 61% tidak memiliki tanah ketika di daerah asal ( hardjosoenarto dalam Friedrich, 1980:94 ). Transmigrasi adalah perpindahan tempat, suatu gerakan yang mempunyai motivasi, dengan berbagai factor yang melatarbelakanginya, ( Suyitno, 1980:116 ).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-6523200020514770385?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/6523200020514770385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/solusi-kependudukan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/6523200020514770385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/6523200020514770385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/solusi-kependudukan.html' title='SOLUSI KEPENDUDUKAN'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-6086387240822077449</id><published>2009-01-06T15:17:00.006+08:00</published><updated>2009-01-06T15:54:08.858+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Derita Palestina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWMHkUViDEI/AAAAAAAAABg/VqMkbjwe_A4/s1600-h/palestine-boy-tank.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 291px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWMHkUViDEI/AAAAAAAAABg/VqMkbjwe_A4/s320/palestine-boy-tank.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288078707978800194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;ketika bom meledak di gaza&lt;br /&gt;takbir bergema seantero dunia&lt;br /&gt;Allahu akbar….&lt;br /&gt;suara-suara tangisan dan rintihan menyayat pilu&lt;br /&gt;menusuk kalbu, membuat hati miris dan semakin teriris&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;mereka zionis&lt;br /&gt;dan terlampau bengis&lt;br /&gt;diamkah kita?&lt;br /&gt;bukalah hati&lt;br /&gt;gerakkan nurani&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;panjatkan doa untuk saudara-saudara kita&lt;br /&gt;untuk rakyat palestina..&lt;br /&gt;untuk mereka yang selalu tertindas dan teraniaya.&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-6086387240822077449?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/6086387240822077449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/derita-palestina.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/6086387240822077449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/6086387240822077449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/derita-palestina.html' title='Derita Palestina'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWMHkUViDEI/AAAAAAAAABg/VqMkbjwe_A4/s72-c/palestine-boy-tank.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-8566213171302045085</id><published>2009-01-06T10:46:00.002+08:00</published><updated>2009-01-06T10:52:25.266+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Demokrasi di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWLHTewWeuI/AAAAAAAAABY/h31kgNwcVQk/s1600-h/erti_demokrasi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWLHTewWeuI/AAAAAAAAABY/h31kgNwcVQk/s320/erti_demokrasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288008049973689058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Pesta demokrasi rakyat Indonesia segera di mulai pada tahun 2009. partai-partai peserta pemilu mulai gencar melakukan kampanye untuk manarik simpati rakyat dan memperkenalkan para caleg-calegnya. Tidak ada yang berubah dari penyelenggaraan pemilu-pemilu sebelumnya setelah revormasi bergulir. Pemilu kali ini tetap di ikuti oleh banyak partai, partai-partai gurem pun bermunculan untuk bisa bersaing dengan partai-partai besar yang sudah mapan. Fenomena ini tentunya menjadi catatan menarik bagi sejarah bangsa ini, sejak pertama kali menyelenggarakan pemilu pada tahun 1955 yang di ikuti oleh banyak partai, kemudian di sederhanakan menjadi tiga partai pada masa orde baru, kini setelah revormasi bergulir, penyelenggaraan pemilu selalu di ikuti banyak partai. Ini adalah salah satu bentuk dari luapan emosional kebebasan, setelah kurang lebih 32 tahun bangsa ini di kekang oleh rezim soeharto. Meski dalam realitasnya sekarang, kebebasan setelah revormasi ini ternyata ikut menampilkan sisi buruk bagi bangsa ini. Demokrasi yang di usung setelah jatuhnya orde baru ternyata semakin kebablasan, wajah demokrasi Indonesia semakin kabur dan tidak jelas. Satu yang menjadi pertanyaan mendasar yang hendaknya kita renungkan bersama apakah benar  dengan adanya anggapan bahwa semakin banyak partai itu mencerminkan kondisi demokrasi yang bagus?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" id="fullpost" &gt;Sulit untuk mengatakan bahwa demokrasi akan terwujud dengan baik di negeri ini. Mengingat semakin menipisnya pemahaman dan perilaku demokrasi bangsa kita. Memang demokrasi yang ada di setiap Negara itu berbeda satu sama lain, hal itu di karenakan demokrasi disesuaikan dengan kondisi sosial budaya bangsa tersebut. Tetapi inti dari demokrasi itu tetaplah sama. Di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat,  dikenal dengan demokrasi liberal, ada juga yang memakai demokrasi parlementer, bahkan Indonesia dimasa orde lama yang dipimpin oleh soekarno pernah melaksanakan pemerintahan dengan demokrasi terpimpin. Prinsip dari pemerintahan demokrasi itu sendiri adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, artinya pemerintahan yang diselenggarakan haruslah berorientasi pada rakyat dan tidak menyelewengkan amanah rakyat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-8566213171302045085?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/8566213171302045085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/demokrasi-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/8566213171302045085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/8566213171302045085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2009/01/demokrasi-di-indonesia.html' title='Demokrasi di Indonesia'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWLHTewWeuI/AAAAAAAAABY/h31kgNwcVQk/s72-c/erti_demokrasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-7349236781213722620</id><published>2008-12-11T19:45:00.002+08:00</published><updated>2008-12-11T19:49:10.646+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Banjar'/><title type='text'>Perahu Tradisional Banjar di Tengah Modernisasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.fikria.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/QyW5PgoKCkUAADv2c9o1.JPG/a.JPG?et=yIhS54kcF36TNxBshDOA0w&amp;amp;nmid=2966322"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 199px;" src="http://images.fikria.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/QyW5PgoKCkUAADv2c9o1.JPG/a.JPG?et=yIhS54kcF36TNxBshDOA0w&amp;amp;nmid=2966322" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keadaan alam Kalimantan  Selatan meliputi sungai, danau, rawa, dataran tinggi, dataran rendah, pegunungan, pantai laut, dan pulau-pulau kecil. Keadaan alam tersebut memberikan corak khusus pada kehidupan masyarakat dikawasan ini, baik itu kehidupan sosial, ekonomi maupun budayanya. Menarik bila kita mengkaji bagaimana kehidupan masyarakat Banjar yang tinggal dikawasan dimana sebagian besar wilayahnya terdiri atas sungai, danau, rawa, dan dataran rendah. Alam mempunyai peranan yang sangat besar dalam pembentukan jiwa dan budaya mereka. Unik dan khas, itulah kesan yang didapat ketika melihat budaya pada masyarakat Banjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai budaya, mengantarkan kita pada suatu hasil dari cipta, rasa, dan karsa manusia. Wujud dari kebudayaan itu sendiri dapat berupa gagasan atau ide, nilai, norma, kemudian suatu kompleks aktivitas dan juga benda-benda hasil karya manusia. Nah, karakteristik budaya masyarakat Banjar yang lebih dikenal dengan budaya sungai mempunyai aksen yang menarik, menilik dari benda-benda yang dihasilkan oleh masyarakat Banjar itu sendiri. Salah satu contohnya adalah perahu Banjar. Perahu ini merupakan warisan yang hendaknya dijaga keberadaanya, mengingat semakin gencarnya arus modernisasi yang sedikit demi sedikit mulai menggerus keberadan perahu-perahu Banjar. Tulisan ini mencoba menggali bagaimana keberadaan perahu Banjar, jenis-jenis perahu Banjar dan bagaimana pula perahu Banjar tersebut mampu bertahan ditengah arus modernisasi. Penting bagi kita untuk mencermati dan menganalisa sesuatu yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari kita agar bisa lebih peka terhadap budaya masyarakat yang unik dan khas seperti budaya sungai pada masyarakat Banjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Sejak dahulu sampai sekarang transportasi air atau hubungan melalui air, baik itu sungai, danau, rawa dan laut memegang peranan penting bagi masyarakat didaerah ini, terutama dari penduduk Banjar kuala, Banjar batang banyu serta suku Bakumpai yang hidup ditepi sungai. Dikawasan itulah berkembang perahu sungai yang merupakan alat angkutan vital. Walaupun peralatan perahu sungai itu sebagian besar sudah mengalami perubahan akibat dari perkmbangan teknologi sekarang,tapi masih ada perahu yang masih mempertahankan bentuk aslinya meskipun itu sangat terbatas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin mempunyai banyak sekali jenis-jenis perahu sesuai dengan funsi dan kegunaannya masing-masing. Tetapi hanya sedikit yang dap[at kita lihat dan saksikan sampai sekarang ini. Berdasarkan cara pembuatanya, perahu Banjar dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu: jukung sudur, jukung patai dan perahu batambit. Sedangkan jenis perahu yang berdasarkan fungsi dan kegunaanya diantaranya adalah perahu pambarasan, perahu panyudiran, perahu panyiapan, beca air, juklung getek, jukung rombong, parahu tambangan, perahu dagang dan masih banyak lagi jenis perahu yang lain. Perahu-perahu tersebut sebagian ada yang sudah menghuilang dalam peredaran, perannya digantikan oleh perahu motor atau pun kelotok. Hal itu wajar mengingat semakin berkembangnya tekhnologi yang pada akhirnya mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan budaya pada masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Keberadaan perahu-perahu Banjar masih dapat kita jumpai dipasar terapung seperti jukung rombong, perahu dagang dan jukung penjual sayur. Sedangkan untuk beca air, jukung getek dan perahu panyudiran sudah tidak dapat ditemui lagi. Beca air yang fungsinya sebagai alat angkutan hanya mampu bertahan sampai akhir tahun 1970an, perannya diganti oleh perahu motor dan kelotok yang sekarang kondisinya pun kembang kempis akibat semakin majunya akses transportasi darat. Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan zaman yang semakin kompleks dan serba modern menimbulkan berbagai macam perubahan. Kalau zaman dulu transportasi di Banjarmasin bertumpu pada sungai, sekarang sudah lain lagi ceritanya. Jalan, jembatan penyeberangan sudah dibangun begitu pesatnya, sehingga masyarakat tentunya lebih memilih transportasi yang lebih cepat, efektif dan efisien dimana semua itu bisa didapatkan ditransportasi darat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Tetapi ketika melihat dan merasakan bagaimana semrawutnya lalu lintas di kota banjarmasin, banyaknya kendaraan roda empat maupun roda dua yang semakin menambah sumpek jalanan muncul gagasan untuk kembali memanfaatkan sungai dan perahu sebagai alternatif lain sarana transportasi yang nyaman bagi masyarakat Banjar. Mungkin ini mustahil untuk diwujudkan, tapi setidaknya ini menjadi bahan  pertimbangan yang layak untuk dikaji lebih lanjut. Mengingat banjarmasin adalah kota yang di aliri banyak sungai, dengan memulihkan lagi transportasi sungai dan kembali ke kearifan lokal akan menjadi daya tarik  bagi wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Banjarmasin dijuluki sebagai kota seribu sungai, sangat ironis bila kita melihat sungai-sungai yang ada belum dimanfaatkan secara optimal. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk kota Banjarmasin yang menurut saya unik dan khas, misalnya mengembangkan pariwisata bernuansa sungai dengan cara kembali menghidupkan kembali peran perahu-perahu Banjar yang selama ini keberadaannya seperti hidup segan mati tak mau. Dan yang paling penting adalah menjaga eksistensi pasar terapung sebagai aset budaya masyarakat Banjar yang mempunyai nilai tinggi. Sebab kehadiran pasar terapung yang merupakan konsekwensi logis dari tumbuhnya pemukiman ditepi sungai adalah tempat berkumpulnya perahu-perahu Banjar yang membuatnya bisa bertahan ditengah arus modernisasi. Keberadaan pasar terapung selain menjadi tempat aktifitas jual beli dan wisata budaya seolah-olah telah menjadi benteng terakhir bagi perahu-perahu Banjar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-7349236781213722620?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/7349236781213722620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/12/perahu-tradisional-banjar-di-tengah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/7349236781213722620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/7349236781213722620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/12/perahu-tradisional-banjar-di-tengah.html' title='Perahu Tradisional Banjar di Tengah Modernisasi'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-77382993653023689</id><published>2008-12-11T15:04:00.002+08:00</published><updated>2008-12-11T15:05:50.597+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Prostitusi, Tiada Solusi Sampai Kini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Protitusi atau pelacuran sebagai salah satu penyakit masarakat mempunyai sejarah yang panjang(sejak adanya kehidupan mausia yang telah di atur oleh norma-norma perkawinan, sudah ada pelacuran sebagai salah satu penyimpangan daripada norma-norma perkawinan tersebut) dan tidak ada habis-habisnya yang terdapat di semua negara di dunia. Norma-norma sosial jelas mengharamkan prostitusi, dunia kesehatan juga menunjukkan dan memperingatkan bahaya penyakit kelamin yang mengerikan akibat adanya pelacuran ditengah masyarakat, namun masyarakat dari abad ke abad tidak pernah berhasil melenyapkn gejala-gejala ini. pelacuran merupakan masalah sosial, masalah sosial itu sendiri adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kelompok sosial, atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut, sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" id="fullpost" &gt;Pelacuran dapat di artikan sebagai suatu pekerjaan yang bersifat menyerahkan diri kepada umum untuk melakukan perbuatan-perbuatan sksual dengan mendapatkan upah. sebab-sebab terjadinya pelacuran haruslah di lihat dan di cermati pada faktor-faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen di antaranya dapat di sebutkan yaitu: nafsu kelamin yang besar, sifat malas dan keinginan yang besar untuk hidup mewah. Sedangkan di antara faktor-faktor eksogen yang utama adalah faktor ekonomis, urbanisasi yang tidak teratur, keadaan perumahan yang tidak memenuhi syarat dan lain sebagainya. pelacuran yang dijumpai di jakarta dan juga kota-kota besar lainnya dikatakan bukan masalah sosial utama, tetapi bagaimana dengan pelacuran yang di jumpai di pedesaan?, untuk yang ini pasti lain lagi ceritanya. Perlu kita pahami bahwa masyarakat pedesaan pada umumnya masih sangat memegang teguh norma-norma yang ada, nah, bila ada suatu pelanggaran terhadap norma-norma tersebut, maka masyarakat desa akan mengambil tindakan atau aksi yang radikal. Banyak hal yang harus kita cermati dan kita pahami dalam menghadapi masalah-masalah sosial,supaya kita lebih peka terhadap kejadian-kejadian yang sifatnya meresahkan masyarakat. Seperti halnya masalah pelacuran, kita harus mencari jalan keluar yang setidaknya itu bisa mengurangi praktek pelacuran. banyak sekali alasan-alasan mengapa wanita dan gadis-gadis memasuki pekerjaan ini, tetapi alasan ekonomi dan psychologi lah yang paling menonjol. Sampai sekarang prostitusi belum bisa dihentikan, pemerintah saja seolah-olah melegalkan praktek ini, prostitusi seperti sudah mendarah daging, sulit untuk memutus dan melepasnya, salah satu caranya hanyalah menekan laju praktek-praktek yang berbau prostitusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-77382993653023689?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/77382993653023689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/12/rthhhhheth.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/77382993653023689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/77382993653023689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/12/rthhhhheth.html' title='Prostitusi, Tiada Solusi Sampai Kini'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-4133097556630349239</id><published>2008-08-04T19:35:00.000+08:00</published><updated>2008-08-05T17:37:13.035+08:00</updated><title type='text'>Hilangkan Kebencian</title><content type='html'>kehidupan selalu berubah, ia seperti roda yang selalu berputar. kadang di atas, kadang di bawah. Itu adalah realita, serbuah takdir yang tak terbantahkan. hidup memang sulit, hidup memang susah, tapi kesulitan yang di alami, kesusahan yang diderita bukan menjadi hambatan bagi kita untuk berbuat baik. Hidup susah ketika punya masalah, padahal setiap masalah pasti bisa dipecahkan dan di selesaikan, tergantung bagaimana kita menyikapinya dan mencari jalan keluar. Problem manusia memang bermacam-macam, ada yang karena persoalan ekonomi, percintaan, persaingan dan lain sebagainya.  Tentu setiap masalah yang kita hadapi sedikit tidaknya ternyata melibatkan orang lain.  Lalu apakah kita harus membenci orang tersebut ketika&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; ia menyakiti kita? haruskah kita memendam benci dan dendam yang berkepanjangan serta berpikiran untuk membalas semua perbuatannya?. Membenci orang atau pun di benci orang itu rasanya tidak enak, tidak nyaman di hati dan tidak nyaman di pikiran. Pernah saya merasakan amarah yang meluapn dan benci yang menggumpal hanya karena di sakiti sama seseorang. semuanya siap meledak saperti gunung berapi yang akan memuntahkan lahar dengan segala isinya. Dan ketika semua terlontar begitu saja, tanpa di sadari, segala macam isi yang di muntahkan telah merusak kehidupan umat manusia. Sama halnya ketika kita menumpahkan segala kemarahan, menuangkan kebencian melalui kata-kata yang meluncur deras dari mulut kita,  secara tidak langsung telah membuat luka dan menyakiti perasaan orang.  Dalam hal ini ternyata kebencian hanya menjadi sebuah beban, beban pikiran, beban perasaan dan beban kejiwaan. Jadi dalam hidup, berusahalah untuk mencintai dan menyayangi semua orang dan jangan berusaha untuk membenci orang lain. Dengan cinta dan kasih sayang maka semua problem hidup tidak akan terasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-4133097556630349239?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/4133097556630349239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/08/hilangkan-kebencian.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/4133097556630349239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/4133097556630349239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/08/hilangkan-kebencian.html' title='Hilangkan Kebencian'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-3386190179037862292</id><published>2008-06-12T08:55:00.003+08:00</published><updated>2009-02-25T14:03:07.748+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Alam ku hancur</title><content type='html'>&lt;div&gt;Saat ini alam mulai hancur&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Hutan meradang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah gersang&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Sungai-sungai pun seperti enggan mengalirkan airnya&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Gunung-gunung yang dulunya berdiri tegap&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Kini seolah-olah lumpuh&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Tak kuat menahan derita&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bumi kita memang sedang sakit&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Isi perutnya terlalu dikuras tiada henti&lt;img alt="Blockquote" src="http://www.blogger.com/img/gl.quote.gif" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Hingga yang tersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanyalah onggokan-onggokan sampah yang tak berguna&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Alam ku yang malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jiwanya telah hilang&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Nyawanya mulai tercabut sampai ujung tenggorokan&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Tapi ia selalu berharap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keajaiban akan datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawa damai alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuk merona dalam keindahan&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-3386190179037862292?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/3386190179037862292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/06/alam-ku-hancur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/3386190179037862292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/3386190179037862292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/06/alam-ku-hancur.html' title='Alam ku hancur'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-273198374279406319</id><published>2008-06-05T11:17:00.000+08:00</published><updated>2008-06-15T12:09:04.695+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sertifikasi Guru ( Antara Harapan dan Ketidakpastian )</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Masalah pendidikan selalu menjadi polemik dan perbincangan yang tidak habis-habisnya. Dari bawah sampai kalangan atas, pendidikan selalu menjadi buah bibir yang selalu panas bila diperdebatkan. Ada apa dengan dunia pendidikan Indonesia? Pertanyaan yang kerap terlontar dari benak kita semua, mungkin ketika menafsirkan bagaimana keadaan pendidikan di Indonesia, ada semacam Ide atau pun gagasan dalam pikiran kita untuk membenahi pendidikan di negeri ini. Banyak faktor yang menyebabkan kenapa pendidikan kita tidak berkembang sebagaimana mestinya, mulai dari sistem pendidikannya, sarana dan prasarana pendidikan sampai pada ujung tombak keberhasilan pendidikan, yaitu guru. Guru merupakan ujung tombak yang punya peran dan andil cukup besar untuk memajukan pendidikan, tapi apa yang didapatkan oleh seorang guru? Apakah harus cukup dengan titel pahlawan tanpa tanda jasa? Tentu kita ingat sosok seorang guru dengan sepeda kumbangnya, dialah Oemar Bakri. Sebuah pencitraan terhadap kehidupan guru-guru di Indonesia yang mencoba menampilkan realita sehingga muncul Image bahwa kehidupan guru itu sangat memprihatinkan, namun ketika semakin banyak orang yang memperjuangkan nasib para guru, pemerintah mulai mengeluarkan kebijakan untuk merubah kehidupan guru itu sendiri. Sertifikasi guru, kebijakan yang menurut banyak orang kontrofersial, bukan karena persoalan sertifikasinya tetapi lebih kepada syarat-syarat dalam sertifikasi guru tersebut. Dilihat dari tujuannya, sertifikasi ini merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kehidupan guru, dengan sertifikasi ini juga dapat terlihat sejauh mana kompetisi yang dimiliki oleh guru, belum lagi jika guru lulus sertifikasi, maka ia berhak mandapatkan dana tunjangan profesi yang jumlahnya dua kali lipat dari gajinya. Wow, sebuah kebijakan yang sangat bagus bila benar-benar terealisasi dengan baik. Yang menjadi pertanyaan saat ini apakah dengan sistem portofolio itu memang sesuai untuk uji sertifikasi? Permasalahan mendasar yang patut dipikirkan, disatu sisi pemerintah mencoba tanggap terhadap profesi para guru, tapi dilain hal sistem yang digunakan tidak sesuai untuk menunjang segala kebijakan yang diterapkan. Mamang ada segi positif dan negatif dari pelaksanaan sertifikasi guru itu sendiri, segi positifnya mungkin lebih mengarah kepada peningkatan ekonomi bagi para guru yang lulus sertifikasi, guru juga terpacu untuk mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar-seminar, lomba karya tulis dll. Sedangkan sisi negatifnya, serifikasi ini akan memberikan peluang kecemburuan sosial dan konflik horizontal antara guru yang lulus sertifikasi dengan guru yang tidak lulus sertifikasi, terkait masalah gaji yang diterima. Karena pada dasarnya penilaian menggunakan sistem portofolio dalam sertifikasi itu tidak bisa menjadi acuan bahwa guru yang lulus serifikasi itu adalah guru yang berprestasi. Kemudian, tidak hanya tingkatan atau level dalam sertifikasi dalam membuat guru itu stagnan dalam posisinya dan dikhawatirkan guru yang sudah lulus sertifikasi akan malas berkarya. Tak dapat dipungkiri, sertifikasi guru menimbulkan harapan yang begitu besar, harapan profesi guru memang pantas untuk dihargai dengan imbalan yang sesuai dengan jasa-jasanya, tetapi harapan itu terkesan seperti ketidak pastian tanpa ujung, mengingat ada beberapa hal yang sangat sulit dipenuhi. So, kita hanya bisa berharap dan terus berjuang agar guru menjadi profesi yang mendapat keadilan dan memperoleh imbalan yang sesuai dengan apa yang telah mereka sumbang untuk negeri tercinta ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-273198374279406319?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/273198374279406319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/06/sertifikasi-guru-antara-harapan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/273198374279406319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/273198374279406319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/06/sertifikasi-guru-antara-harapan-dan.html' title='Sertifikasi Guru ( Antara Harapan dan Ketidakpastian )'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-3282988935658876616</id><published>2008-06-05T11:14:00.000+08:00</published><updated>2008-06-15T12:10:30.954+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Moral pendidikan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pendidikan merupakan sarana yang sangat penting untuk membangun kepribadian dalam siri manusia. Pendidikan dalam hemat saya adalah usaha realistis untuk mencerdaskan manusia, dimana ada 3 hal penting yang menjadi sasarannya. Tiga sasarna yang hendak dicapai itu adalah serdas pikiran, serdas hati, dan cerdas tingkah laku. Ketiganya itu akan menjadi sangat penting apabila berhasil dipenuhi dalam pendidikan. Jika salah satu tidak terpenuhi, maka akan terjadi ketimpangan, karena pendidikan merupakan suatu proses memanusiakan manusia. Manusia bukan semata-mata hidup sebagai adanya manusia, tapi manusia itu berkewajiban mewujudkan sifat kemanusiaannya dalam hal ini ternyata moral mempunyai sisi penting dan vital dalam konsep kehidupan bermasyarakat. Cerdas pikiran saja bukan menjadi jaminan bahwa seseorang itu akan dihargai oleh masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari atyau di lingkungan sekitar kita mungkin kita akan banyak menemui orang-orang yang berpendidikan tinggi tetapi tidak mempunyai etika moral yang baik. Lihat para pemimpin-pemimpin kita, para birokrat, dan para pejabat pemerintahan mereka adalah orang-orang yang terdidik serta mempunyai seabrek gelar dan sebagainya. Namun mereka melakukan penyelewengan dengan cara korupsi, kolusi dan nefotisme.&lt;br /&gt;Ironis ketika kita melihat semua itu, ternyata pendidikan kita selama ini hanya mencetak orang-orang yang cerdas pikiran dan belum membina manusia yang cerdas hati dan cerdas tingkah laku. Proses pendidikan kita belum berhasil mewujudkan sifat-sifat kemanusiaan yang ada pada diri manusia itu senfiri. Pendidikan yang bertugas menjaga nilai-nilai luhur masyarakat telah kehilangan jati dirinya dan roh pendidikan sedikit demi sedikit mulai tercabut.&lt;br /&gt;Memang tidak mudah bagi kita untuk merekontruksi pendidikan yang arah dan tujuannya sudah sangat bagus tetapi dalam aplikasinya di kehidupan masyarakat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kalau boleh ditafsirkan, pendidikan kita saat ini hanya mengajar kemampuan intelektualnya saja sedangkan ajaran-ajaran moral mulai dikesampingkan dan itu adalah fakta serta realita yang sesungguhnya di masyarakat.&lt;br /&gt;Coba kita cermati dan renungkan, sekolah yang merupakan lembaga sosial dan bagian dari proses pendidikans serta sebagai proses pembudayaan fungsinya hanya untuk mencerdaskan kemampuan intelektual. Proses pendidikan yang ada ternyata membunuh kreatifitas dan menadikan manusia atau peserta didik sebagai robot yang sekedar menerima tranmisi nilai-nilai kebudayaan yang ada. Peserta didik dijadikan subyek eksploitasi oleh kekuasaan diluar pendidikan, akibatnya seperti yang terjadi didalam masyarakat kita sekarang ini.&lt;br /&gt;Dunia pendidikan kita memang sedang sakit dan sudah menjadi kewajiban kita semua untuk menyembuhkannyasehingga kita bangkit dan kembali pada pendidikan sebagai proses humanisasi. Dengan demikian keinginan untuk membangun masyarakat yang demokratis, masyarakat yang terbuka, beradab dan toleran bisa tercapai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-3282988935658876616?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/3282988935658876616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/06/moral-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/3282988935658876616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/3282988935658876616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/06/moral-pendidikan.html' title='Moral pendidikan'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7619043979978089185.post-2066739094218499975</id><published>2008-06-05T11:05:00.000+08:00</published><updated>2008-06-15T12:13:28.183+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Membangun Citra Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dewasa ini, citra-citra negatif tentang Islam semakin mencuat, meski tidak dapat diterima oleh umat Islam, tetapi diakui atau tidak, citra-citra negatif tersebut memiliki realitas sosio-historis yang cukup nyata dalam penampakkan sejarah Islam secara kasar. Berbagai kekerasan yang kerap kali muncul dalam sejarah penyebaran Islam, ataupun buruknya hasil persentuhan Islam dengan dengan sains kontemporer beberapa dasawarsa terakhir, merupakan pendorong yang cukup andil bagi munculnya berbagai penataran negatif Islam.&lt;br /&gt;Bayang-bayang kekerasan yang dinisbatkan kepada Islam dewasa ini semakin mendapat landasan empiris ketika berbagai tindakan berdarah yang dilakukan oleh segelintir umat Islam fundamentalis cukup menjadi alasan untuk mencitrakan Islam sebagai agama teroris, anarkis, dan fundamentalis, lebih-lebih ketika terjadi tragedi pemboman gedung WTC di Amerika beberapa tahun yang lalu. Parahnya lagi, citra-citra negatif Islam tersebut senantiasa mendapat dukungan dari para ilmuan dan cendikiawan barat yang juga disambut hangat oleh media cetak dan pers. Berbagai pelecehan yang memojokkan Islam semakin menjadi-jadi di dunia barat seperti gambar karikatur Nabi Muhammad yang dimuat di media cetak Denmark hingga menimbulkan protes besar-besaran dari kalangan umat Islam.&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri, klise antara Barat dengan Islam yang telah terjadi sejak beratus-ratus tahun yang lalu menjadikan permusuhan abadi bagi kedua belah pihak. Meski perang salib telah usai dan Eropa mulai menempati babak baru dalam kehidupannya dengan menguasai ilmu pengetahuan, meninggalkan abad pertengahan yang penuh kegelapan dan memasuki Era pencerahan (Renaissance), dunia Barat terus menerus berusaha untuk menekan Islam secara luas. Benturan kedua peradaban dengan dengan menjadikan agama sebagai pemicu permasalahan konflik sebenarnya bukan menjadi alasan yang logis. Sejak dahulu sampai sekarang menjadi yang memicu dan menghasilkan konflik berkepanjangan adalah politik, ekonomi dan sosial. Ironis memang, ketika agama dibawa-bawa dalam pemusuhan politik yang mendasar, berakhir dengan menghasilkan citra negatif terhadap lawan masing-masing.&lt;br /&gt;Membangun kembali citra Islam bukan menjadi hal yang mudah karena secara praktis usaha merekonstruksi akan sangat menyita waktu dan pikiran pada penggalian panjang terhadap landasan epistemis keilmuan Islam. Terutama untuk mengikis normavitas Islam dari Historistasnya.&lt;br /&gt;Gambaran suram Islam yang selalu didengungkan oleh dunia Barat dengan mengikat label “Islam Fobia” (Ketakutan terhadap Islam) semakin menyudutkan umat Islam. Citra Islam juga tidak didominasi oleh pola hubungan konflik, citra Islam muncul dalam beberapa pola hubungan Islam dan sains.&lt;br /&gt;Citra Islam sebagai ajaran yang tidak logis secara ilmiah mendapat basis yang cukup kuat ketika normavitas agama dihadapkan pada berbagai teori dan temuan sains kontemporer; hingga mengentalkan pencitraan agama sebagai lawan saintisme dan lawan keilmiahan. Citra negatif tersebut semakin menguat ketika secara internal, pemikiran Islam dengan berbagai ilmu-ilmu agama yang dihasilkan tidak lagi memadai sebagai pendekatan pemahaman keagamaan yan responsif terhadap zaman, karena ketidak mampuannya lepas dari logosentrisme abad tengah yang terkristal dalam bentuk kejumudan ataupun taqhid. Oleh karena itu, perlu rekonstruksi pemikiran Islam yang sekaligus diarahkan sebagai jalan untuk membangun kembali citra Islam. Dalam kata lain, citra Islam sebenarnya hanya dapat dihapus dengan perubahan tradisi umat Islam. Secara nyata dari tradisi Islam yang terkungkung pada logosentrisme dan tradisi abad tengah yang menganggap keilmuan Islam sebagai sakral, kepada tradisi Islam yang terbuka dan mau mengkritik diri untuk mengadakan rekonstruksi terhadap bangunan pemikiran/ ilmu agama. Dan yang pasti hanya dengan tindakan nyatalah citra Islam dapat dihapus, sedangkan usaha-usaha merekonstruksi terhadap bangunan pendekatan studi Islam hanya diarahkan untuk memberikan jalan bagi pencaman makna dan wajah dimensional Islam yang hakiki.&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang cinta damai, Islam adalah agama mawaddah wa rahmah, rahmatan li al-alamin, serta hudan li al-nas, mendasari bangunan citra Islam dengan mengembalikannya kepada ajaran murni Islam yang termuat dalam Al-Qur’an dan sunnah Nabi menjadi hal yang mutlak yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam diseluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7619043979978089185-2066739094218499975?l=adirizqoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adirizqoni.blogspot.com/feeds/2066739094218499975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/06/membangun-citra-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/2066739094218499975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7619043979978089185/posts/default/2066739094218499975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adirizqoni.blogspot.com/2008/06/membangun-citra-islam.html' title='Membangun Citra Islam'/><author><name>My Future</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04240477202978759389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8ZCGNoA28as/SWf9zXAqduI/AAAAAAAAABo/ULy8kuEPWeA/S220/Adi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
